Fourth Day on Job Training
Assalamualaikum wr. wb.
Selamat pagi / siang / malam para reader sekalian, alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan oleh-Nya untuk bertemu kembali lewat blog ini wahai reader sekalian dan itu patut disyukuri.
Mengenai postingan saya pada kali ini akan menceritakan hari keempat PKL, mungkin aja hari akan seperti hari ketiga yang notabene lebih banyak waktu kosongnya dan mungkin juga hari ini akan seperti hari pertama yang dihadapkan dengan banyak tugas.
Ok, langsung saja. Seperti biasa, hari - hari saya dimulai dari bangun pagi seperti hari kemarin yaitu sekitar jam 6-an dan kemudian dilanjutkan kemas-kemas untuk bersiap berangkat PKL di hari keempat ini. Saat itu saya dan teman saya sarapan di tempat langganan saya, ibu dan bapak penjual warteg itu ramah sekali terhadap saya dan teman saya. Bahkan, terkadang memberikan saya bonus tempe 1 saat makan di sana , kebaikan mereka mungkin saja terlupakan oleh saya suatu saat nanti tapi Allah Swt. akan memberikan ganjaran yang setimpal terhadap mereka. Aamiin.
Sehabis saya sarapan di sana, kemudian kami menuju ruangan PKL kami dan menunggu(lagi) kejadian apa yang akan terjadi. Saat itu, belum ada tugas sama sekali bahkan ketika waktu menunjukkan pukul 8.30 lewat. Tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya sebuah pesan dari Bibi saya tadi malam, bibi saya berpesan bahwa setiap kegiatan yang menyangkut PKL harus dicatat di jurnal ataupun dicatatan pribadi agar bila suatu saat nanti dimintai oleh pihak pembina STMIK AKAKOM ataupun sekolah , saya tinggal menyerahkan catatan saya saja. Jadi, setelah terlintas ingatan tersebut saya langsung membuat catatan itu di buku pribadi saya bukan di jurnal PKL saya langsung karena saya masih ragu untuk menulis langsung di jurnal saya.
Setelah selesai menulis, tak terasa sudah saatnya jam istirahat. Saya dan teman saya pergi ke masjid bersama dan setelah itu menuju kost-kostan untuk istirahat sebentar lalu kembali lagi ke kelas.
Setelah jam istirahat usai, tidak ada tugas sama sekali dari mentor hingga jam pulang tiba. Tapi waktu itu saya sempat mengobrol dengan teman PKL saya yang berbeda sekolahan dengan saya yaitu dari SMKN 1 Padaherang, nama anaknya yaitu aldi. Aldi itu orangnya seperti ingin berteman dengan saya(berarti dia itu termasuk orang yang terbuka), saya melihat seperti ada suatu wibawa yang melekat di dirinya tapi itu baru kesan pertama saya. Mungkin saja besok pandangan saya berubah lagi tentang dia, baik itu kesan yang baik ataupun sebaliknya. Dari obrolan saya dengan Aldi, saya menyimpulkan bahwa dia itu memiliki pengalaman prodikel lebih banyak daripada saya. Ini dibuktikan dengan project-project yang telah ia buat seperti aplikasi absensi perpustakaan dari Ms. Access, mensetting Arduino untuk roda robot dan mengcoding form hingga tahap validasi(web dinamis). Sedangkan saya masih kurang berpengalaman di bidang prodikel, tapi ya itu tidak menurunkan semangat saya untuk tetap bertahan di tempat PKL ini walaupun sekilas kompetensi saya masihlah kurang. Selain membicarakan project yang pernah dia buat, dia juga menceritakan sekolahnya secara sekilas yang memiliki banyak sekali jurusan. Kami bertukar informasi baik di skala prodikel maupun sekolah akan tetapi saya tidak terlalu menceritakan sekolah saya saat itu.
Obrolan saya dengan Aldi tidak terus-terusan ngobrol tapi terputus-putus menyesuaikan kepentingan masing-masing pihak yang sedang bertukar informasi.
Di hari keempat ini tidak ada tugas dari kakak mentor ataupun dari bapak pembina , tapi saya tetap mendapatkan pengalaman dan lebih akrab dengan teman baru. Karna asal kalian tahu, berteman dengan teman baru tapi tidak tahu bagaimana caranya agar sering berinteraksi itu adalah hal yang sukar.
Ya, sekian dari postingan saya pada kali ini. Semoga readers sekalian menikmati kisah saya, bilamana ada sesuatu yang readers ingin sampaikan, sampaikanlah. Karna saya membuka lebar-lebar segala kritik, saran dan komentar ^ ^.
Sampai berjumpa kembali di postingan selanjutnya.
Wassalamualaikum wr. wb.
Selamat pagi / siang / malam para reader sekalian, alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan oleh-Nya untuk bertemu kembali lewat blog ini wahai reader sekalian dan itu patut disyukuri.
Mengenai postingan saya pada kali ini akan menceritakan hari keempat PKL, mungkin aja hari akan seperti hari ketiga yang notabene lebih banyak waktu kosongnya dan mungkin juga hari ini akan seperti hari pertama yang dihadapkan dengan banyak tugas.
Ok, langsung saja. Seperti biasa, hari - hari saya dimulai dari bangun pagi seperti hari kemarin yaitu sekitar jam 6-an dan kemudian dilanjutkan kemas-kemas untuk bersiap berangkat PKL di hari keempat ini. Saat itu saya dan teman saya sarapan di tempat langganan saya, ibu dan bapak penjual warteg itu ramah sekali terhadap saya dan teman saya. Bahkan, terkadang memberikan saya bonus tempe 1 saat makan di sana , kebaikan mereka mungkin saja terlupakan oleh saya suatu saat nanti tapi Allah Swt. akan memberikan ganjaran yang setimpal terhadap mereka. Aamiin.
Sehabis saya sarapan di sana, kemudian kami menuju ruangan PKL kami dan menunggu(lagi) kejadian apa yang akan terjadi. Saat itu, belum ada tugas sama sekali bahkan ketika waktu menunjukkan pukul 8.30 lewat. Tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya sebuah pesan dari Bibi saya tadi malam, bibi saya berpesan bahwa setiap kegiatan yang menyangkut PKL harus dicatat di jurnal ataupun dicatatan pribadi agar bila suatu saat nanti dimintai oleh pihak pembina STMIK AKAKOM ataupun sekolah , saya tinggal menyerahkan catatan saya saja. Jadi, setelah terlintas ingatan tersebut saya langsung membuat catatan itu di buku pribadi saya bukan di jurnal PKL saya langsung karena saya masih ragu untuk menulis langsung di jurnal saya.
Setelah selesai menulis, tak terasa sudah saatnya jam istirahat. Saya dan teman saya pergi ke masjid bersama dan setelah itu menuju kost-kostan untuk istirahat sebentar lalu kembali lagi ke kelas.
Setelah jam istirahat usai, tidak ada tugas sama sekali dari mentor hingga jam pulang tiba. Tapi waktu itu saya sempat mengobrol dengan teman PKL saya yang berbeda sekolahan dengan saya yaitu dari SMKN 1 Padaherang, nama anaknya yaitu aldi. Aldi itu orangnya seperti ingin berteman dengan saya(berarti dia itu termasuk orang yang terbuka), saya melihat seperti ada suatu wibawa yang melekat di dirinya tapi itu baru kesan pertama saya. Mungkin saja besok pandangan saya berubah lagi tentang dia, baik itu kesan yang baik ataupun sebaliknya. Dari obrolan saya dengan Aldi, saya menyimpulkan bahwa dia itu memiliki pengalaman prodikel lebih banyak daripada saya. Ini dibuktikan dengan project-project yang telah ia buat seperti aplikasi absensi perpustakaan dari Ms. Access, mensetting Arduino untuk roda robot dan mengcoding form hingga tahap validasi(web dinamis). Sedangkan saya masih kurang berpengalaman di bidang prodikel, tapi ya itu tidak menurunkan semangat saya untuk tetap bertahan di tempat PKL ini walaupun sekilas kompetensi saya masihlah kurang. Selain membicarakan project yang pernah dia buat, dia juga menceritakan sekolahnya secara sekilas yang memiliki banyak sekali jurusan. Kami bertukar informasi baik di skala prodikel maupun sekolah akan tetapi saya tidak terlalu menceritakan sekolah saya saat itu.
Obrolan saya dengan Aldi tidak terus-terusan ngobrol tapi terputus-putus menyesuaikan kepentingan masing-masing pihak yang sedang bertukar informasi.
Di hari keempat ini tidak ada tugas dari kakak mentor ataupun dari bapak pembina , tapi saya tetap mendapatkan pengalaman dan lebih akrab dengan teman baru. Karna asal kalian tahu, berteman dengan teman baru tapi tidak tahu bagaimana caranya agar sering berinteraksi itu adalah hal yang sukar.
Ya, sekian dari postingan saya pada kali ini. Semoga readers sekalian menikmati kisah saya, bilamana ada sesuatu yang readers ingin sampaikan, sampaikanlah. Karna saya membuka lebar-lebar segala kritik, saran dan komentar ^ ^.
Sampai berjumpa kembali di postingan selanjutnya.
Wassalamualaikum wr. wb.
Komentar
Posting Komentar