Eighteenth Day on Job Training


Assalamu’alaikum wr. wb.

Halo semuanya, selamat sore.. alhamdulillah kita bisa berjumpa lagi ya teman – teman lewat blog ini, semoga blog saya ini kedepannya makin berkembang lagi karena saya berencana tetap akan menggunakan blog ini setelah selesai PKL nanti. Oh ya, di hari kedelapan belas ini sebenarya tidak ada tugas yang diberikan akan tetapi ada kegiatan lain yang saya lakukan teman – teman. Jadi di hari kedepalan belas di STMIK AKAKOM ini saya membantu teman saya yang berasal dari Pengasih ( mereka semua jurusan multimedia dan hanya ada tiga orang), saya membantu mereka membuat project short film. Saya, Anam, dan Yolanda membantu mereka sebagai talent alias aktor atau artist, saya dan Yolanda sebagai siswa kemudian Mr.Anam sebagai Bapak Guru. Scene yang saya lakukan cukup singkat dan sederhana karya hanya berupa ngobrol sederhana dengan Yola, begitupun Yolanda tidak mendapatkan naskah yang terlalu sulit ( sederhana ) . Kemudian, Anam yang sebagai Pak Guru juga tidak mendapatkan naskah yang sukar, semuanya sama – sama sederhana. Project yang dikerjakan diberi judul “Ora Ngapak Ora Kepenak”, sesuai judulnya, bahasa yang digunakan semuanya adalah bahasa jawa ngapak. Ini adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya karena sebetulnya saya tidak terlalu bisa bahasa jawa karena dari kecil saya hidup di Jakarta dan pindah ke Jawa Tengah ( tepatnya Kebumen) ketika saya memasuki jenjang pendidikan SMK. Jadi saya di Jawa baru 2 tahunan, dan saya belum begitu menguasai bahasa jawa meskipun itu adalah bahasa ngapak ( bahasa gaulnya bahasa jawa). Aktingnya menurut saya yang paling bagus adalah Yolanda, karena dia sangat menjiwai sekali hingga memunculkan ekspresi kaget yang bagus sekali dengan sekali “take”, dan saya hanya bisa menimpali / menyambung obrolan seperti biasa karena yah seperti yang dijelaskan tadi saya kurang bisa berbahasa daerah dan logatnya agak susah diingat oleh saya. Kemudian Anam, aktingnya sudah lumayan bagus tapi yang kurang hanyalah gesture, mungkin karena dia merasa kikuk sepertinya. Dalam project short film itu yang menjadi kameramen saat itu adalah Amara (padahal nama aslinya Avriana Maradinka), kemudian ada Dyah Ayu Lestari dan Selfi Kurnia Susanti. Dalam project ini yang kurang sepertinya pembagian tugas yang jelas, karena saya lihat tidak terlihat clapper, dan soundman. Mungkin karena hanya terdiri dari tiga personil saja dalam satu tim dan tugas ini termasuk memiliki jangka waktu singkat (deadline-nya hanya sekitar dua mingguan). Tapi saya tetap kagum terhadap mereka karena bisa melakukan tugas ini dalam waktu yang singkat ditambah lagi jumlah SDM yang hanya ada tiga orang saja. Kemudian setelah selesai, saya, Anam dan Yolanda berpamitan dengan mereka dan menuju tempat kost masing – masing. Saya senang karena bisa ikut serta dalam pembuatan suatu karya di tempat PKL ini dan yang membuat saya lebih senang lagi, karya tersebut benar – benar terealisasikan. Karena terkadang saya mengerjakan suatu pekerjaan namun sayang-nya pekerjaan itu berhenti di tengah jalan, jadi membuat saya sedikit kecewa.
Jadi di hari kedelapan belas ini, memang tidak ada tugas sama sekali dari kakak mentor atau pun pembina tapi untungnya ada kegiatan unik yang saya kerjakan ( ikut membuat short film ) dan itu seperti menorehkan warna lain dalam keseharian saya PKL di sini.
Nah, segitu dulu postingan untuk hari ini. Tolong teman – teman mengirimkan kritik, saran dan komentar agar saya lebih semangat lagi dan yang paling penting bisa meningkatkan kemampuan blogging saya ^ ^.

Sekian,
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Komentar