Thirty Day on Job Training


Assalamu’alaikum wr. wb.

Selamat datang kembali di blog saya ini yang setiap harinya (setiap senin – jumat) akan memposting kegiatan – kegiatan saya ketika PKL sehari – harinya. Nah, untuk postingan ini saya akan membahas kegiatan PKL saya di hari ketiga puluh. Sudah genap tiga pulu hari saya PKL di sini, namun sayangnya di hari ketiga puluh tidak ada materi dari kakak mentor atau pun Pembina dan satu lagi. Saya, masih berada di perpustakaan ini untuk hari ketiga. Tidak terlalu banyak perbedaan yang ada di hari ketiga perpustakaan, hanya saja jam istirahatnya menjadi dua kali yaitu jam 9 dan jam 12, padahal tadinya hanya jam 12 saja. Saya juga senang dengan makanan yang diberikan oleh petugas pustakawan karena enak – enak namun sayangnya peranak hanya dijatah satu buah saja dari setiap jenis makanannya terkecuali ubi rebus. Yap, Ubi rebus ini tersedia lebih dari jumlah kami ( 8 anak PKL ) sehingga saya pribadi bisa menikmati 2 hingga 3 buah ubi rebus.

Di hari ketiga ini saya berangkat seperti biasa, hanya saja kumpul dulu di waiting room yang ada di tv nya, waiting room ini berada tepat di seberang gedung perpustakaan Akakom walaupun terpisahkan jarak oleh jalanan paving. Saya berkumpul bersama teman – teman di waiting room tersebut menunggu petugas pustakawannya datang dan membuka pintu perpustakaan. Setelah melihat petugas pustakawan yang berangkat dan kemudian masuk, saya dan teman – teman saya menyusul petugas itu dan menaruh tas di rak perpustakaan yang sudah disediakan. Biasanya saya dan teman – teman saya langsung masuk dan mengambil jurnal, tapi hari ini sedikit berbeda. Kami diperintahkan untuk mengisi data absensi terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan utama perpustakaan. Ketika saya mencermati pengarahan petugas pustakawannya, pandangan saya tiba – tiba teralihkan dengan simbol wifi yang ada di layar. Simbolnya itu menunjukkan bahwa computer tersebut terkoneksi dengan wifi di sana, sedangkan wifi yang disana itu diberi password ( kecuali yang untuk umum) dan sepertinya wifi tersebut dimaksudkan untuk karyawan. Tiba – tiba terlintas pikiran nakal saya untuk melihat password wifi tersebut ( jangan ditiru ya! Perbuatan anak nakal jangan ditiru), karna saking kepinginnya tahu password wifi perpustakaan. Saya memberanikan diri untuk sedikit mengutak atik computer itu waktu giliran saya mengisi absensi. Dengan segenap pengetahuan saya, saya mencoba membuka password wifi tersimpan itu, namun apa daya. Allah Swt. Tidak mengizinkan saya untuk tahu pada hari itu, mungkin karena saya berlaku agak nakal hehe. Saya lupa cara membuka password wifi tersimpan pada laptop di Win 10 ><. Yaah, daripada saya ketahuan mengutak atik computer tersebut, sayapun mengurungkan niat saya dan melanjutkan mengecek buku – buku yang terdaftar pada jurnal saya. Ngeceknya masih sama dengan kemarin, saya masih mengecek beberapa buku kopian dan terkadang melist buku cetakan pertama yang ada di ruangan sebelah.

Begitulah cerita saya di hari ketiga puluh ini, ditemani dengan buku – buku di rak yang selalu membuat saya pusing kalau dicari tapi tidak ketemu >< seperti bermain petak umpet saja, huftt. By the way, terima kasih sudah berkunjung ke post saya yang satu ini ^ ^. Silahkan kirimkan kritik, saran ataupun komentar teman – teman agar saya dapat berkembang lagi untuk menulis blog.

Sekian,
Wassalamu’alaikum wr. wb.


Komentar