17 Agustus 2018, di SMKN 1 Kebumen


Assalamu’alaikum wr. wb.
Horasle, teman – teman semua! Apa kabarnya kalian semua? Semoga baik – baik saja yah…
Kali ini saya akan membahas liburan saya setelah menjalani Test TOEIC dari mba Vierra , eh maksudnya Test TOEIC dari VIERRA. Karena test TOEIC ini jatuh pada hari kamis yang membuat hari jum’at sebagai hari terjepit diantara hari ‘tidak masuk pkl’ yang membuat saya berpikir dua kali apakah saya akan berangkat PKL atau tidak di hari jum’at itu. Ditambah lagi, hari jum’at kali ini jatuh pada tanggal 17 Agustus 2018 yang merupakan hari kemerdekaan Indonesia Raya yang ke-73 (waw!). Kemerdekaan kali ini mengambil slogan “Selama 73 tahun, bangsa Indonesia kerja bersama” (*CMIIW) yang mengartikan sudah 73 tahun lamanya bangsa Indonesia bahu – membahu mengisi pembangunan di negeri ini menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera. Karna saya sudah ada di Kebumen pada saat itu, saya tidak jadi upacara 17-an di tempat PKL saya, dan alhamdulillahnya saya sempat menghadiri upacara bendera 17 Agustus di sekolahan saya untuk yang ketiga kalinya. Saya teramat senang karena bisa menyaksikan secara langsung adik – adik saya yang baru, melakukan upacara bendera beserta rangkaian kegiatannya yang diawali dari upacara bendera yang diisi oleh pasukan campuran (TONTI, OSIS dan beberapa ekstra pilihan) dan juga petugas – petugas upacara lainnya seperti Protokoler, Pembaca UUD, Ajudan/Pranata Upacara, Pembawa teks Pancasila & Pidato Kemendikbud, Pembaca Doa, Pemimpin Upacara, Pemimpin Pleton, kemudian juga diisi oleh Padus. Walaupun sebetulnya saya agak malu kala itu karena untuk pertama kalinya dalam sejarah SMK Negeri 1 Kebumen saya berdiri di Panggung Penghormatan(baca: Pelanggar), yaah di sisi lain saya juga senang karena mendapat view yang lumayan dari situ. Pada saat itu terjadi hal yang tidak terduga ketika upacara hampir selesai, tiba – tiba saja adik kelas saya yang perempuan terjatuh dan bernafas tersengal – sengal. Saya sebagai salah satu pengurus PMR sebetulnya bisa saja langsung melakukan tindakan P3K, namun saat itu aksi yang paling spontan saya lakukan adalah memanggil petugas PMR (yang merupakan adik kelas saya). Padahal saya sendiri pengurus PMR, tapi malah spontan memanggil petugas dan meminta dragbar, mungkin ini karena saya terbiasa memanggil partner tugas saya yang perempuan terlebih dahulu apabila korbannya/pasiennya adalah perempuan. Setelah diselidiki apa yang menjadi kendala pada si korban, ternyata si korban mengalami asma mendadak sehingga terjatuh ketika sedang upacara bendera. Yap, pertolongan berlangsung dengan aman dan lancar walaupun harus melakukan Pertolongan Pertama secara langsung di tempat terlebih dahulu. Setelah Upacara usai, semua peserta upacara diarahkan untuk duduk di tempat –tempat tertentu untuk menyaksikan rangkaian acara selanjutnya. Rangkaian acara selanjutnya adalah penampilan PBB & Variasi Formasi dari ekstrakulikuler TONTI kemudian dilanjutkan penampilan ekstra Teater dan setelah itu baru selesai. Saya senang sekali bisa menghadiri Upacara Bendera memperingati Kemerdekaan Indonesia di sekolahan saya, karena ya itu tadi saya bisa menyaksikan hasil jerih payah latihan adik – adik kelas saya. Entah kenapa ada rasa senang bisa melihat hasil jerih payah mereka para adik – adik kelas saya.
Nah, segitu dulu ya teman – teman postingan saya kali ini. Memang sih tidak menceritakan full day apa – apa saja yang saya lakukan di sekolahan ketika tanggal 17 Agustus tersebut. Tapi setidaknya teman – teman sekalian bisa membayangkan bagaimana sih 17-an di sekolahan saya.
Sudah dulu ya, sekian terima kasih ^ ^.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Komentar