Special OJT Post 2


Assalamu’alaikum wr. wb.
Aloha! Kembali lagi di Special Post OJT 2!! Sebelumnya saya sudah menceritakan bagaimana sih first impress / kesan pertama dan kesan awal saya ketika berada di Jogja dan menjalani PKL di sini. Nah, untuk postingan kali ini saya akan menceritakan sebagian kisah lagi yang telah saya rangkum dari berbagai kisah dan pengalaman saya berada di Jogja ( dan untuk saat ini, timeline kita masih tetap di bulan pertama PKL ya teman – teman). Selain first impress pada tugas – tugas PKL di sini, saya juga pernah diajak berkeliling – liling daerah sekitaran STMIK AKAKOM oleh kakak kelas saya yang sudah menjadi alumni yaitu Kak Ganesha. Seperti biasanya ketika saya hendak tinggal di tempat asing yang baru saya kenali, saya banyak bertanya – tanya tentang lokasi – lokasi untuk membeli barang – barang kebutuhan sederhana seperti jika ingin membeli ATK, sikat cuci, sikat gigi, sabun, dan hal lain sebagainya. Dengan Kak Ganesha saya juga sempat mengobrol – obrol bagaimana PKL-nya Kak Ganesha dahulu juga bagaimana Kuliah di STMIK AKAKOM. Dia pernah cerita, bahwa PKLnya itu bulan ke 1 hingga bulan ke dua baklaan sering free atau kosong sedangkan bulan ketiganya akan disibukkan dengan laporan. Ya ada betulnya juga Kak Ganesha, dan sekarang saya merasakannya (hehe) hanya saja saya rasa saya lebih sering mengalami jam kosongnya daripada angkatannya Kak Ganesha dulu. Sedikit bocoran nih bagi yang penasaran bagaimana sih kuliah di STMIK AKAKOM ini, kuliah di sini itu mereka (para mahasiswa) akan diberikan materi dan materi praktek dalam 1 minggu dan dalam 1 minggu itu bisa ada 3 materi praktek. Sedangkan, ada tugas wajib bagi mahasiswa sini yaitu membuat komentar/penjelasan tentang skrip kode dari materi praktek yang telah diberikan dosen. Kebayang dong seberapa banyak tugas pengetikan yang dikerjakan kak Ganesha? Kalau saya malah lebih ngebayangin seberapa banyaknya laporan yang akan diterima dosen – dosen itu, kan muridnya gak cuman satu(iya nggak teman – teman). Selain berkenalan ria dengan Kak Ganesha, saya juga berkenalan dengan teman – teman baru saya di PKL. Di tempat PKL saya waktu saya datang, sudah ada beberapa sekolah yang mengikuti PKL lebih dulu dari saya. Mereka adalah Rembang, Giritontro, Pengasih, dan Padaherang. Siswa  yang sudah lama PKL di sini adalah Rembang, Giritontro, dan Pengasih sedangkan Padaherang datangnya 1 minggu sebelum Kebumen datang. Lama PKL yang diberikan oleh sekolah masing - masing instansi berbeda – beda, contohnya Rembang,Giritontro, dan Pengasih menjalani 4 bulan PKL sedangkan saya (Kebumen) dan Padaherang menjalani 3 bulan masa PKL. Siswa yang paling banyak berasal dari Rembang dan Padaherang. Teman – teman saya ini berbeda – beda karakternya, ada yang mudah berkenalan ada yang lebih tertutup. Jika saya boleh berpendapat, siswa Rembang lebih mudah bergaul, sedangkan Giritontro lebih tertutup akan tetapi mereka memiliki hubungan khusus dengan mentor,  Pengasih lebih tertutup tapi masih lebih tertutup Giritontro dan Padaherang juga hanya 1 – 2 anak yang mudah bergaul dengan teman – teman lainnya jadi bisa dikatakan siswa dari Rembang lah yang rata – rata anaknya mudah bergaul dengan teman beda sekolah. Sedangkan Kebumen, saya rasa tidak begitu membukakan diri tapi juga tidak menutup diri, dan saya malah lebih merasa bahwa yang dari Kebumen dapat berkenalan dengan Rembang – Pengasih – Padaherang dan sedikit dekat dengan anak dari Giritontro. Ini mungkin karena yang dari Giritontro lebih tertutup dan lebih sering berkomunikasi dengan mentor, dan tentunya komunikasi mereka lebih intens ketika di luar jam PKL.
Nah, segitu dulu kisah yang bisa saya bagikan di special post ini. Semoga teman – teman terhibur yaaa ^ ^.
See u again, next time .
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Komentar