Thirty Third Day on Job Training
Assalamu’alaikum wr. wb.
Selamat berjumpa lagi teman – teman di blog saya ini. Kali
ini saya tidak membahas tentang kegiatan saya di PKL. Karena apa? Karena untuk
hari esok, saya diberitahukan oleh guru saya bahwa di sekolahan ada test Bahasa
Inggris, yaitu Test TOEIC oleh Vierra. Jadi saya untuk hari ini tidak berangkat
PKL, teman saya juga sudah memberitahu Pak Kuindra tentang ini di hari kemarin
dan alhamdulillah diijinkan Pak Kuindra. Yang belum pulang ke Kebumen tinggal
saya seorang, Yogi, Anam, Dodi, Yola, dan Tyas sudah pulang semuanya kecuali
saya. Kebetulan juga saya sedang tidak ada uang, jadi saya mencari pinjaman
uang transport saya ke Kebumen. Alhamdulillah kala itu saya mendapatkan
pinjaman uang 20 ribu, yang awalnya akan saya gunakan untuk membayar transport
menggunakan transjogja. Saya sebetulnya tidak terlalu paham dimana kah letak
halte transjogja berada, saya sudah bertanya dengan Bu Cik dan Suaminya tentang
lokasi halte. Mereka berkata, halte ada halte transjogja yang tidak jauh dari
sini. Begitu paham, saya berpamitan dengan mereka dan saya pergi berbekal
aplikasi Google Maps. Saat bertemu jalan raya, di aplikasi Google Maps saya
berkata bahwa saya harus belok kiri padahal beliau bilang arah halte sebelau
kanan. Saya terdiam sejenak dan berpikir, entah kenapa kaki saya tiba – tiba berjalan
ke arah kiri. Duh! Hati saya bimbang teman – teman, apakah mengikuti kata orang
tua ataupun mengikuti kata aplikasi. DI aplikasi tercatat bahwa waktu yang akan
ditempuh untuk sampai ke stasiun Lempuyangan adalah 59 menit, dan waktu
menunjukkan pukul 11 siang kala itu. Saya berpikiran, apabila saya putar balik
dan mencari halte trans jogja yang sebetulnya saya juga belum tau keberadaannya
jadi hal itu kemungkinan akan memakan lebih dari waktu tempuh yang tertera dan
saya khawatir saya tidak sampai di stasiun pada pukul 12 siang. Dengan penuh
pertimbangan, akhirnya saya memilih berjalan kaki menuju stasiun Lempuyangan
dari fly over dekat Akakom Janti. Saya berjalan luruuus terus menyisir rel
kreta, bila bisa lewat pinggir jalan saya akan lewat pinggir jalan kemudian
bila tidak ada pinggir jalanan ya saya berjalan di atas relnya, tentunya dengan
hati – hati apabila suatu waktu ada kereta yang hendak melintas. Kan tidak
lucu, saya kecelakaan tertabrak kereta ketika hendak pulang ke Kebumen,
lagipula saya juga dulu sudah bertempat tinggal di rel kereta kok ketika di
Jakarta, jadi seharusnya saya tahu betul tata cara berperilaku di perlintasan
kereta api agar saya terhindar dari bahaya.
Saya berjalan hingga mendengar suara adzan dzuhur
berkumandang, ketika itu saya melihat masjid yang megah di dekat perlintasan
rel. Nama masjidnya adalah .. Karena saya takut tidak kebagian tiket kereta,
saya memutuskan untuk membeli tiket terlebih dahulu kemudian langsung pergi
sholat. Saya tidak tahu masjid terdekat di sekitaran situ dan saya mengecek
Google Maps untuk mencari tempat beribadah terdekat, namun yang terdaftar
hanyalah masjid megah yang saya temui tadi dan jarak masjid tersebut dari
stasiun cukup jauh. Karena saya tidak menumkan tempat ibadah yang lebih dekat
lagi, saya memutuskan untuk berjalan ke masjid tersebut sambal mencari mushola
terdekat dan kemudian sholat.
Setelah sholat saya otw lagi ke stasiun dan berangkat ke
kebumen.
Itulah cerita saya, sekian terima kasih ^ ^
Wa'alaikum salam wr. wb.
Komentar
Posting Komentar